21.9 C
Lombok
Thursday, August 11, 2022

Mitos Dibalik Indahnya Gunung Rinjani

Di balik keindahan alam yang luar biasa, Gunung Rinjani seolah menyembunyikan banyak misteri, legenda dan mitos yang penuh misteri. Oleh karena itu, bagi sebagian...

Latest Posts

Apa yang membuat orang kecanduan mendaki gunung, padahal mendaki gunung itu melelahkan?

Apa yang membuat orang kecanduan mendaki gunung, padahal mendaki gunung itu melelahkan?

Banyak sekali motivasi orang mendaki gunung meski melelahkan. Di antara sekian banyak motivasi itu, ada beberapa yang saya rasakan.

  1. Ingin menaklukkan diri sendiri. Tantangan alam yang ditemui selama pendakian tidaklah sedikit. Banyak sekali yang bisa membuat nyali kita menciut sehingga membuat kita mager atau malas gerak. Dengan mendaki gunung, saya menantang diri saya untuk mengalahkan kemalasan, ketakutan, dan banyak hal lainnya. Wisnu, ayo kamu bisa! Itu yang sering saya katakan pada diri sendiri untuk menyemangati diri agar tidak mau menyerah dengan aktivitas fisik yang cukup berat;
  2. Ingin merasakan endorfin yang mengalir dalam tubuh setelah beraktivitas fisik. Hormon ini akn diproduksi setelah kita beraktivitas fisik. Endorfin memberikan sensasi menyenangkan yang bisa menghilangkan rasa sakit, seperti morfin, tapi natural dan menyehatkan;
  3. Ingin mendapatkan kebahagiaan dengan melihat indahnya alam, udara segar tanpa polusi, dan tiada henti memuja karunia Tuhan atas alam yang indah.

Seberapa melelahkannya mendaki gunung itu?

Menurut beberapa pendaki itu tergantung fisik, medan dan barang bawaan nya, semakin berat medan dan barang bawaan maka semakin menguras tenaga.

Yang kita rasakan ketika pertama kali melakukan pendakian kira-kira seperti ini:

  • 20 menit awal masih semangat karena belum ada tanda-tanda rasa lelah.
  • 40 menit pendakian nafas mulai susah diatur dan sering meminta istirahat (rasanya pengen pulang saja (ngedumel sampai bilang, enakan tiduran aja di rumah ngapain capek-capek ke gunung)
  • 60–90 menit pendakian perut terasa kram dan nyeri.
  • 2 jam pendakian ritme nafas sudah enakan dan nyeri perut sudah hilang.
  • 2–6 jam perjalanan pendakian sudah mulai terbiasa, hanya saja semakin lama berjalan rasa lelah semakin bertambah.

Apa saja fakta psikologis yang kita ketahui saat mendaki gunung?

  1. Semua orang akan keluar dari topengnya. Mendaki gunung bukan hal yang mudah, dimana mental, fisik di genjot habis-habisan. Di saat sedang kelelahan manusia tak lagi memikirkan orang-orang disekitarnya. Yang dia fikirkan cuman dia. sifatnya buruk nya akan keluar semua. Tapi ada juga orang yang emang bagus sifatnya.
  2. Di saat mendaki malam, tumbuhan lagi menghirupkan oksigen dan kalau kita mendaki malam kita akan berbagi okesigen bersama tumbuhan. Akibatnya di atas ketinggian tertentu kita linglung. Mudah bingung. Ini banyak mengakibtakan kematian tersesat.
  3. Seseorang pendaki gunung tertinggi dunia, everest adalah orang yang memiliki mental baja, pejuang kuat, dan ambisius.
  4. Orang-orang akan lebih terbuka cerita di gunung, karena tanpa HP atau barang canggih lain.
  5. Secara tidak sadar, pecinta alam adalah orang yang pemberani.

Sumber: Quora

 

Latest Posts

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.